Apakah Era Mid-Range Sudah Benar-Benar Mati di NBA?

era mid-range NBA di basket modern

era mid-range NBA di basket modern

era mid-range NBA di basket modern

Sejak revolusi tembakan tiga angka mengguncang liga, muncul satu anggapan populer: era mid-range NBA telah mati.
Shot chart modern menunjukkan tembakan jarak menengah semakin ditinggalkan, digantikan oleh drive ke ring atau three-point shot.
Namun benarkah mid-range sudah tidak relevan di NBA modern?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.


Mengapa Mid-Range Ditinggalkan?

Alasan utama mid-range dianggap “tidak efisien” adalah matematika sederhana:

  • Mid-range = 2 poin
  • Three-point = 3 poin dengan risiko yang relatif sama

Dengan analitik modern, tim menyimpulkan bahwa:

  • Mid-range shot menghasilkan points per possession lebih rendah
  • Shot tersebut sulit dimaksimalkan dalam volume besar

Inilah sebabnya banyak sistem offense modern secara aktif menghindari mid-range.


Mid-Range Tidak Mati, Tapi Berubah Fungsi

Meski volumenya turun, era mid-range NBA tidak benar-benar hilang.
Ia berevolusi menjadi senjata situasional, bukan fondasi offense.

Pemain elite seperti:

  • Kevin Durant
  • Devin Booker
  • Kawhi Leonard
  • Jayson Tatum

masih menjadikan mid-range sebagai opsi mematikan di playoff dan clutch time.

Mengapa?

  • Defense playoff menutup paint dan three-point
  • Mid-range jadi area “kosong” yang sulit dijaga
  • Pemain dengan skill tinggi bisa mengeksploitasinya

Mid-Range di Momen Clutch

Di kuarter keempat dan playoff, efisiensi berubah:

  • Defense lebih ketat
  • Tempo melambat
  • Spacing menyempit

Di sinilah mid-range kembali hidup.

Menurut data dari NBA, akurasi mid-range pemain elite di clutch time justru lebih stabil dibanding three-point, karena:

  • Tidak bergantung pada ritme panjang
  • Bisa diambil dari isolasi atau pull-up cepat

Siapa yang Masih Menghidupkan Mid-Range?

Ciri pemain mid-range modern:

  • Shooting mechanics sempurna
  • Footwork elite
  • Shot selection disiplin

Mid-range hari ini bukan untuk semua orang.
Ia hanya efektif bila dimiliki oleh shot creator kelas atas.


Kesimpulan

Era mid-range NBA tidak mati — ia berevolusi.
Ia bukan lagi senjata massal, melainkan alat presisi bagi pemain elite di momen krusial.

NBA modern memang dikuasai three-point, tapi:

Saat defense mematikan tiga angka, mid-range menjadi pembeda juara dan penonton.

Dan itulah sebabnya, meski jarang dipakai, mid-range akan selalu punya tempat dalam basket tingkat tertinggi.